Kecerdasan Emosi Anak Usia 3 Tahun

22 TIPSTERBAIK MENINGKATKAN KECERDASAN KECERDASAN ANAK SEJAK USIA DINI|TIPS SERTA CARA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK MULAI DARI USIA DINI}

Kecerdasan Emosi Anak Usia 3 Tahun

Kecerdasan Emosi Anak Usia 3 Tahun

Kecerdasan Emosi Anak Usia 3 Tahun – Pastinya para orang tua akan menginginkan anaknya menjadi seorang yang cerdas, dan memiliki daya tangkap yang baik.

Orang tua dapat mendidik anak supaya kecerdasannya terangsang sejak kecil, bahkan saat masih berada dalam kandungan.

Orang tua harus memperhatikan beberapa faktor penting, misalnya seperti terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasih sayang kepada anak, dll.

 

Cara Paling Baik Meningkatkan Kecerdasan Anak Sejak Usia Dini

Anak yang cerdas akan mampu berkonsentrasi saat menjalani proses belajar mengajar di sekolah, dan menangkap sesuatu hal dengan sangat baik. Pada Umumnya Anak_anak yang cerdas pasti rajin belajar.  Kecerdasan Emosi Anak Usia 3 Tahun

 

Cara Dan Tips Meningkatkan Kecerdasaan Anak :

Arahkan Emosi Yang Baik Pada Anak

Kecerdasan Emosi Anak Usia 3 Tahun – Menurut seorang profesor piskologi dan ilmu saraf Universitas Brigham Young di Provo Utah Hal yang penting untuk di lakukan adalah mengembangkan kecerdasan emosi anak.

Hal tersebut sangat penting di lakukan karena sangat berpengaruh pada perkembangan kognitif serta sosial anak. Orang tua perlu membantunya belajar membaca isyarat emosional yang baik.  Kecerdasan Emosi Anak Usia 3 Tahun

Sebagai contoh, ketika anak sedang bermain, lalu secara tidak sengaja ada anak lain yang menabraknya.  itu.  Misalnya dengan mengatakan pada anak: ‘Maaf ya, sayang, temanmu tidak sengaja. Ayo, bilang ke temanmu kalau kamu tidak apa-apa.’

 

Mereka akan lebih mampu mengatasi segala macam kegagalan yang menimpanya, dan ia pun akan merenungi setiap kesalahannya, lalu kemudian memecahkan masalahnya.

 

Memberikan Anak Stimulasi Sesuai Dengan Usia Dan Kondisi Sang Anak

Kecerdasan Emosi Anak Usia 3 Tahun – Perkembangan anak yang optimal pastilah sangat di inginkan oleh setiap orang tua.  Tapi, tidak sedikit juga orang tua yang terjebak menjadi hurried parents, Yaitu orang tua yang tergesa_gesah memberikan setimulasi untuk anaknya.

Hal ini dijelaskan oleh Indri Savitri, Psi., M.Psi., Counseling and Education Manager dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI).

Supaya tidak menjadi ‘hurried parents’, pastikanlah terlebih dahulu anak anda telah mandiri, kemampuan anak sudah baik, dan anak sudah merasa aman dan nyaman.

Contoh sederhana pada anak balita, disaat mengajarkan baca di usia 2, 3, 4 tahun, sebenarnya pada umur segitu, pengajaran anak hanya perlu sampai proses pengenalan saja|yang sebetulnya untuk anak umur segitu Cuma perlu mengajarkan sampai proses pengenalan saja},  Para orang tua tidak perlu berharap atau memaksakan sang anak untuk menguasai sepenuhnya, karena akan ada waktunya anak bisa lebih mudah membaca dengan baik yaitu sekitar umur 5 tahun.

Orang tua perlu memberikan anak ruang untuk mengembangkan bakat anak.  kalau belum yakin dengan bakat anak, ajak anak untuk mengikuti berbagai kegiatan yang ia mau ataupun bisa juga dengan mencoba_coba aneka kursus (untuk menemukan yang cocok dengan sang anak).

Anak yang berbakat pada suatu bidang, akan terlihat sekali semangatnya saat mengikuti kegiatan yang menjadi bakatnya tersebut.

Dan orang tua juga harus memperhatikan anaknya, saat melakukan kegatan-kegiatan yang berkaitan dengan perkembangan bakatnya itu.

 

Memenuhi Kasih Sayang Pada Anak

Seorang psikolog menjelaskan bahwa ciuman, pelukan, dan belaian adalah hal yang sangat berharga bagi anak. Dengan anak merasa sangat dihargai oleh orang tuanya, akan memacunya untuk melakukan sesuatu yang positif.  Kecerdasan Emosi Anak Usia 3 Tahun

Menangis yang dilakukan oleh anak, itu adalah salah satu cara untuk mendapatkan perhatian.  {Jika kebutuhan cinta serta kasing sayang pada anak sudah dipenuhi, maka anak tidak mudah menangis|Anak tidak akan mudah menangis jika.

Mood sangatlah mempengaruhi semangat belajar anak, maka dari itu orang tua harus memperhatikan suasana sang anak.

Pada saat suasana hati yang baik dan bahagia, maka akan lebih bersemangat untuk belajar, sehingga apa yang dipelajari dapat mudah diserap oleh otak.

Cinta yang di berikan orang tua kepada anaknya akan, memberikan manfaat yang sangat luar biasa untuk anak, sebab anak sangat membutuhkan kasih sayang dan cinta dari orang tua nya.

Pemberian kasih sayang sudah mulai berlaku sejak anak masih didalam kandungan.  Seorang ibu harus mau menerima kehamilan dan kehadiran bayi dengan hati yang ikhlas dan bahagia.   Tanpa kasih sayang, tumbuh kembang bayi bisa mengalami masalah besar.

Namun untuk wanita karir yang hamil bisa menjadi masalah baginya, bahkan dirinya merasa terbebani serta khawatir dengan kehamilannya dan kehadiran anak nantinya akan mengganggu pekerjaanya.

Kondisi apapun di luar bisa merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya.  Kalau ibu hamil merasa gembira, maka dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa bahagia, sehingga membuat sang bayi dalam kandungannya ikut merasa bahagia.

Namun jika seorang ibu hamil selalu merasa gelisah, tertekan, merasa terbebani dan juga stress, maka itu akan melepaskan zat_zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman, sehingga akan membuat bayi menjadi gelisah.

 

Ada sebuah kebiasaan yang sering kita lihat, yaitu kebiasaan mengelus_elus perut oleh ibu hamil terhadap bayi di dalam kandungan, ternyata mempunyai manfaat untuk perkembangan bayi. Setimulasi pada umumnya bisa sangat efektis disaat usia kehamilan sudah memasuki diatas enam bulan.

 

Ajarkan Kemandirian Dan Tanggung Jawab Sejak Usia Dini

Sebenarnya wajar saja orang tua memiliki perasaan khawatir pada anak, tetapi jangan juga khawair secara berlebihan.  Dengan begitu anak bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas, jangan lagi para orang tua terlalu mengkhawatirkan anaknya secara berlebihan.  Penting bagi orang tua untuk memberi kepercayaan kepada anak, dan dengan apa yang anak mereka lakukan, namun disamping itu orang tua harus juga mengawasinya, dengan begitu jika ada kekeliruan maka orang tua dapat meluruskannya.

 

Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu Anak

Biasanya nya anak-anak cenderung mempunyai rasa keingintahuan yang sangat tinggi.  Biasanya anak akan selalu bertanya, pada saat ia menemukan suatu benda ataupun suatu hal yang baru pertama kali ia jumpai.  Orang tua sebaiknya mengetahui hal ini.  Orang tua ketika ditanya oleh anaknya, maka berikan perhatian yang baik, jawab atau jelaskan mengenai hal yang di tanyakan oleh anak.

Motivasi terkuat bagi seorang anak untuk mengetahui sesuatu adalah rasa penasaran. Kreativitas seorang anak dapat tumbuh dan berkembang karena rasa penasaran.  Sehingga rasa penasaran pada anak adalah hal yang baik, namun perlu bimbingan orang tua.  Sehingga banyak ditemukan anak yang saat kecil terlihat super pintar, tetapi setelah besar malah “oon”.  Untuk itu, orang tua hanya memotivasi anak agar rajian belajar.  Biarkanlah anak belajar sesuai dengan kemampuan yang ia miliki.  Terkadang anak semangat belajar, dan terkadang tidak, hal ini tergantung dari mood anak, sehingga sulit dipaksakan.

 

Menjadi Teladan Untuk Anak

Seorang  Anak  di gambarkan sama seperti kertas putih yang akan mencontoh apa yang dilihatnya.  Seorang anak yang melihat orang tuanya sebagai sosok yang sangat disiplin waktu, membuat anak bakal menghargai waktunya.  Sehingga jika ingin memiliki anak yang pintar, orang tua setidaknya menjadi contoh yang positif bagi anak-anaknya. Akan lebih baik lagi kalau para orang tua sepenuhnya mampu membimbing anaknya, misalnya jika orang tua ingin anaknya jago dalam ilmu matematika maka orang tuanyalah yang mengajarkannya.

 

Akan sangat beruntung bagi seorang anak yang memiliki orang tua hebat dan pintar sehingga anaknya akan banyak mengambil ilmu serta kebaikan dari kedua orang tuanya.

Bukan saja dalam hal matematika atau pelajaran sekolah, akan tetapi termasuk hal yang umum seperti cara bergaul yang baik dengan teman, dll.

 

Berikan Pertanyaan Untuk Memancing Ide Anak

Ada baiknya jika orang tua menanyakan beberapa pertanyaan, misalnya seperti bagaimana harinya di sekolah, jika liburan nanti paling enak kemana, dan pertanyaan ringan lainnya yang sekiranya membuat anak jadi semangat untuk menjawabnya.

Dengan begitu anak bisa terdorong untuk memikirkan ide_ide baru, dan anak otaknya jadi terlatih sejak kecil, itu dapat memacu anak tumbuh menjadi sosok anak yang cerdas.

 

Bangun Suasana Keluarga Yang Hangat

Menurut para ahli suasana dalam rumah yang stabil serta tenang bisa mempengaruhi perkembangan fungsi kognitif dan juga keterampilan anak.  Suasana rumah yang tidak hangat, contohnya orang tua yang sering bersikap keras, sehingga membuat anak mempunyai risiko lebih besar terhadap masalah ketrampilan.

 

Mengatur Jam Tidur Anak

Kemampuan otak anak tidak akan optimal, kalau tidurnya tidak berkualitas.  Maka orang tua harus memperhatikan kualitas tidur sang anak, pastikan anak sudah tidur sebelum jam 9 malam, lalu pastikan anak tidur dalam keadaan yang  nyaman, baiknya lampu di matikan saat anak tertidur.

Dengan tidur yang berkualitas maka akan  menghasilkan dampak positif bagi aspek fungsi kognitif anak, termasuk perhatian, memori, pemecahan masalah dan juga dalam pengambilan keputusan.

Penelitian para ahli menunjukkan bahwa anak-anak yang tidurnya tidak berkualitas akan lebih beresiko mengalami kesulitan dalam konsentrasi pada pelajaran, sehingga anak cenderung berperilaku buruk di sekolah.

 

Memenuhi Asupan Asam Lemak Omega-3 Anak

Asam lemak omega-3 sangatlah bermanfaat baik untuk perkembangan fungsi otak.  Dengan memenuhi asupan omega-3 untuk anak, berati telah membantu anak untuk dapat berkonsentrasi, serta memiliki memori dan juga perhatian yang baik.  Kecerdasan Emosi Anak Usia 3 Tahun

Orang tua bisa memberikan suplemen minyak ikan serta makanan yang kaya dengan asam lemak omega-3 dan DHA.

 

Mengajari Anak Rajin Berolahraga

Selain penting untuk kesehatan tubuh, Olahraga juga penting sekali untuk kesehatan organ otak.

Menurut penelitian yang di lakukan oleh Medical College of Georgia si Augusta mengungkapkan bahwa anak_anak yang mempunyai kelebihan berat badan pada usia 7 sampai 11 tahun, di suruh untuk melakukan olahraga kira-kira selama 20 sampai 40 menit sehari, dan setelah 13 minggu anak tersebut mengalami perbaikan kognitif otaknya, anak tersebut menjadi lebih mudah menyerap pelajaran di sekolah.

Anak yang sering berolahrga, akan memiliki daya pikir dan daya ingat yang baik.  Jenis Jenis olahraga yang diberikan untuk anak bisa bervariasi, seperti jogging, bersepeda, berenang, dll.

 

Kenalkan Permainan Edukatif Pada Anak

Orang tua dapat mengenalkan bentuk permainan sederhana tetapi edukatif, contohnya teka-teki yang membutuhkan ketrampilan, membutuhkan strategi serta membutuhkan kemampuan memori untuk menyelesaikannya.

Dengan memberikan permainan edukatif untuk anak, tanpa disadari orang tua dapat membatasi waktu menonton TV.

Karena jika terlalu banyak waktu untuk menonton TV atau bermain video game, ternyata oleh para ahli dan juga peneliti telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kelebihan berat badan, konsumsi makanan tidak bergizi, dan juga banyak masalah kesehatan.

Para peneliti juga menyebutkan bahwa kalau seorang pelajar menghabiskan waktu hari minggunya Cuma untuk menonton tv, maka dia tidak mampu menunjukan kemampuan terbaiknya di sekolah.

Lembaga American Academy of Pediatrics, menyarankan untuk membatasi waktu menonton TV anak adalah maksimal dua jam per harinya.

 

Berikan Asupan Buah Dan Sayuran

Untuk membantu meningkatkan kesehatan phytochemical maka anak harus di beri asupan buah dan juga sayuran yang kaya akan vitamin serta mineral. Buah dan sayuran sangat kaya akan antioksidan, yang berfungsi untuk melawan radikal bebas serta melindungi perkembangan organ otak anak.  Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Southampton di Inggris, menemukan hasil penelitiannya bahwa anak yang mengonsumsi sayuran dan juga buah memiliki skor IQ yang lebih tinggi.

 

Membantu Anak Mengatasi Stress Yang Mereka Alami

Hal itu karena kondisi stres yang dialami oleh anak, beresiko tinggi mengganggu fungsi pada otak. Menurut penelitian yang di lakukan terhadap anak-anak yang berusia 9 sampai 12 tahun menemukan bahwa anak_anak yang sedang mengalami stress bisa memperoleh nilai ujian yang lebih buruk dari anak yang tidak stres. Terutama ujian yang melibatkan kecepatan memori serta perhatian.

 

Jadi sangat penting bagi orang tua untuk memperhatikan kondisi psikologi anak, ajaklah anak berkomunikasi untuk mengetahui apakah dirinya sedang mengalami masalah dengan teman-temannya.

 

 

Mendekatkan Anak Dengan Alam Sekitar

Beraktivitas di luar rumah mampu meningkatkan konsentrasi, kontrol implus serta memori.

Jadi biarkanlah anak anda bermain di luar rumah ,kurang lebih selama 30 menit. Anak dapat menghabiskan waktu di alam dengan membaca buku di taman, bersepeda sampai bermain sepak bola.  Tetapi jangan sampai anak bermain di luar rumah dengan belebihan, jangan membiarkan anak bermain seharian di luar.  Dan jangan sampai lupa juga pastikan teman-teman anak Anda adalah teman yang baik. Sebab kalau anak Anda memiliki teman yang buruk, akan berakibat buruk juga bagi anak anda.

 

Rapikan Rumah

Pikiran juga akan menjadi kacau jika keadaan rumah berantakan.  Penelitian mengungkapkan bahwa keadaan rumah yang berantakan mampu mempengaruhi fungsi intelektual anak.

Buatlah suasana rumah menjadi lebih tenang.  Namun jika lingkungan rumah Anda rentan terhadap kebisingan dari luar, lakukanlah langkah-langkah seperti alat peredam kebisingan, memasang jendela ganda, tirai yang berat, dll.

 

Belajar Bersama Anak

Kebanyakan orang tua memaksa anak mereka untuk menjadi sosok yang pintar, tetapi mereka sendiri malah malas_malasan.  Jadi seharusnya jika anaknya rajin orang tuanya juga harus rajin.  Orang tua bisa belajar bersama anak, Tanya jawab dengan anak, dan hal hal lainnya.

Jika orang tua malas mendidik anak, maka bersiap-siaplah anak akan menjadi seseorang yang kurang baik.

Artikel ini persembahan jauntyamara.com, bila dirasa bermanfaat silahkan dishare

Artikel yang lain

Celana Kerja Big Size

celana kerja pinggang karet

celana panjang modis

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *